"Hari Ini Giliran Saya": Cerita Keberanian Siswa MA Tanada di Pagi Hari
"Deg-degan, Pak, tapi lega setelah selesai!"
Kalimat itu sering terlontar dari siswa yang baru saja menyelesaikan tugasnya sebagai petugas Apel Pagi di MA Tanada. Ya, setiap pagi selama SAS berlangsung, lapangan sekolah kami menjadi panggung latihan mental bagi para siswa.
Di MA Tanada, tidak ada istilah "hanya anak yang aktif saja yang tampil". Semua siswa mendapatkan giliran dan panggung yang sama secara terjadwal.
Mungkin awalnya suara mereka bergetar saat memegang mic, atau kaki sedikit gemetar saat memimpin barisan. Tapi, proses itulah yang kami hargai. Kami melihat transformasi luar biasa dari siswa yang awalnya pemalu menjadi lebih berani dan percaya diri.
Lebih dari sekadar rutinitas, apel pagi adalah momen sakral untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan tanggung jawab. Ketika mereka bertugas, mereka belajar bahwa satu kesalahan kecil bisa mempengaruhi seluruh barisan—sebuah pelajaran mahal tentang arti tanggung jawab dan kerjasama tim.
Maju terus siswa-siswi MA Tanada!
.jpeg)
.jpeg)

.jpeg)



.jpeg)
.jpeg)




.jpeg)

.jpeg)







Posting Komentar untuk ""Hari Ini Giliran Saya": Cerita Keberanian Siswa MA Tanada di Pagi Hari"