Meneladani Jejak Sang Pendiri: Sowan dan Doa Restu Siswa Kelas 12 MA TANADA Menjelang Ujian Akhir serta Ramadhan
WADUNGASRI – Ada pepatah mengatakan bahwa "Ilmu tanpa adab seperti api tanpa kayu bakar, dan adab tanpa ilmu seperti ruh tanpa jasad." Memegang teguh prinsip tersebut, keluarga besar MA TANADA kembali menggelar tradisi mulia berupa silaturrahmi dan sowan kepada keluarga pendiri madrasah serta tokoh masyarakat Wadungasri pada awal Februari 2025.
Kegiatan ini diikuti oleh seluruh siswa kelas 12 sebagai bekal spiritual menghadapi Ujian Akhir, menyambut datangnya bulan suci Ramadhan, serta memohon doa untuk masa depan yang penuh berkah. Sebab, di balik usaha yang keras, ada rida guru dan doa para kiai yang menjadi penentu ketetapan takdir Allah SWT.
Mutiara Hikmah dari Para Guru dan Tokoh
Dalam perjalanan silaturrahmi ini, para siswa mendapatkan "ijazah" amalan dan nasihat berharga yang menjadi bekal hidup:
Prof. Dr. H. Aan Najib (Putra KH Musthofa Nur & Guru Besar UINSA): Beliau menekankan pentingnya belajar tanpa lelah. Salah satu resep spiritual yang beliau bagikan adalah menjaga zikir setiap saat. Beliau berpesan agar saat keluar dari kamar mandi/toilet, kita senantiasa berdoa: "Allah, Allah" (jika dalam keadaan punya wudhu) atau "Robbii, Robbii, Robbii" (jika tidak punya wudhu) sambil membatin hajat dalam hati.
Gus Wahab (Putra KH Musthofa Nur): Sebagai sosok ulama yang mendedikasikan hidupnya untuk dakwah, beliau memotivasi siswa untuk memegang teguh motto "Man Jadda Wa Jada" (Barangsiapa bersungguh-sungguh, maka ia akan berhasil). Beliau juga mengingatkan agar siswa MA TANADA harus menjaga martabat almamater dan keluarga, agar tidak seperti "kacang lupa lanjaran".
Bapak Manan Faisal (Ketua Yayasan Tanada & Putra KH Hasbulloh): Dengan penuh kasih sayang, beliau memberikan motivasi serta mendoakan secara khusus agar seluruh siswa diberikan kemudahan dan kelancaran dalam menempuh ujian mendatang.
Ibu Nyai Juwairiyah (Istri KH Hasbulloh): Beliau memberikan amalan agar hati tenang dan pikiran terang, yakni dengan membaca Surat Alam Nashroh sebanyak 7 kali setiap selesai shalat fardhu. Beliau juga menekankan pentingnya persiapan hati menyambut bulan suci Ramadhan.
KH. Khumaidi (Pengasuh Ponpes Roudlotul Muta'alimin & Putra KH Muhammad Rois): Beliau mengingatkan bahwa kunci kesuksesan yang utama adalah ta’dzim (menghormati) kepada orang tua dan guru. Selain itu, beliau menekankan bahwa pondasi kekuatan seorang muslim adalah disiplin shalat dan menjaga kemuliaan puasa Ramadhan.
Menjemput Takdir dengan Doa dan Adab
Masa depan adalah rahasia Allah SWT, namun dengan bersilaturrahmi kepada ahli waris perjuangan para pendiri Madrasah, para siswa diajak untuk menyambungkan sanad ilmu dan batin. Melalui wasilah doa para tokoh ini, kita berharap ujian akhir bukan lagi menjadi beban, melainkan pintu gerbang menuju kesuksesan yang penuh manfaat.
Selamat berjuang anak-anakku kelas 12. Mari kita sambut Ramadhan dengan hati yang bersih dan hadapi ujian dengan kepercayaan diri yang bersumber dari rida Illahi.


.jpeg)

Posting Komentar untuk "Meneladani Jejak Sang Pendiri: Sowan dan Doa Restu Siswa Kelas 12 MA TANADA Menjelang Ujian Akhir serta Ramadhan"